Opini Sosial Ekonomi

Dana Desa Responsif Bencana

Apa itu yang dimaksud dengan Dana Desa yang Responsif Bencana. Artikel opini sosial ini mencoba mengurai pengertian dari Dana Desa yang seharusnya Responsif terhadap potensi kejadian Bencana.

Ada catatan krusial yang Saya alami ketika memfasilitasi Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Desa tahun 2014, yaitu ketiadaan dana desa responsif bencana. Nihilnya alokasi dana yang akan menopang pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana yang harus  ditetapkan pada matriks Rencana Aksi Komunitas (RAK), yang menjabarkan seluruh kegiatan penanggulangan bencana di desa.

Dikatakan nihil karena pemerintah desa sama sekali tidak memiliki dana yang bisa dialokasikan di kemudian hari, atau tidak memiliki budget sama sekali di Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPB Desa) tahun sebelumnya, yang khusus dialokasikan untuk kegiatan penanggulangan bencana. Tidak mengherankan jika pemerintah desa dan pegiat penanggulangan bencana di desa mengalami kegalauan.

Namun, sebagai konsekuensi atas lahirnya dokumen RPB Desa yang sah –di mana persoalan nihilitas pendanaan harus diselesaikan–, Saya meyakinkan bahwa sumber pendanaan penanggulangan bencana di desa bisa didapatkan dari desa itu sendiri atas inisiatif pemerintah desa; atau dari anggaran pemerintah daerah atas dasar usulan yang diajukan; atau atas kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan dana, seperti pada program Desa Tangguh Bencana.

Baca Juga :   Pilihan Praksis Keberagamaan dan Penghayatan Agama

Saat ini, kegalauan pemerintah desa boleh mereda, seiring sinyal dari Kementerin Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yang mempersilakan dana desa digunakan untuk menanggulangai bencana, termasuk infrastruktur yang rusak akibat musibah alam. Sinyal tersebut harus didorong lebih kuat agar dana desa menjadi responsif bencana pada saatnya.

Dikatakan (saat itu) oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar, kesiagaan dalam mengatasi bencana semestinya satu paket dengan program desa membangun. Kesiagaan menghadapi potensi bencana juga bagian integral dari proses peningkatan kualitas pembangunan kapasitas desa. Desa dan Masyarakat Desa didorong untuk cepat maju, salah satunya terkait dengan daya tahan (resiliency) mengatasi potensi bencana.

Pada prinsipnya, dana desa harus digunakan untuk pelaksanaan kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa yang diatur dan diurus oleh desa. Prioritasnya untuk membiayai belanja pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang tertuang dalam prioritas belanja desa yang disepakati dalam musyawarah desa.

Dalam kaitan dana desa responsif bencana, pemerintah Desa bisa memperluas kewenangan yang dimiliki dalam menetapkan prioritas pembiayaan pembangunan dari dana desa dengan mengitgerasikan program kegiatan yang langsung berhubungan dengan kegiatan penanggulangan bencana.

Baca Juga :   Fitrah Keanekaragaman Manusia

Pemerintah desa, lebih khusus lagi desa dengan indeks rawan bencana berskala tinggi (zona merah), memiliki kesempatan sangat luas dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan penanggulangan bencana yang dibiayai dari dana desa. Itu bagian dari ikhtiar memperkuat ketahanan masyarakat desa.

Peraturan Menteri (Permen) Desa, PDT dan Transmigrasi Nomor 5 tahun 2015 terkait prioritas penggunaan dana desa tahun 2015 mrnyrbutkan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa dialokasikan untuk mencapai tujuan pembangunan Desa,  meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan, melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

bersambung ke sini > Kegiatan Penanggulangan Bencana di Desa

About the author

Kang Nawar

Hello ! Saya Kang Nawar aka.Munawar A.M. Penulis Freelance. Beberapa tulisan Saya pernah dimuat di media masa. Terima kasih sudah singgah di Blog Kumpulan Artikel Opini, Review & Esai Digital ini.

Berkenan kiranya untuk membagikan artikel dan mengikuti saya di media sosial. Silakan tinggalkan pendapat dan jejak anda pada kolom komentar. Saya menunggu dengan senang hati. Saya berharap Anda akan datang kembali ke blog ini. Terima Kasih.

Leave a Comment