Artikel Opini Media Sosial

Apa itu Swasensor ?

Apa itu pengertian dan maksud dari Swasensor? Swasensor adalah proses memfilter, menyaring menyensor informasi yang diterima secara mandiri oleh orang per orang, sebelum mereka mengambil sikap dan tindakan apapun termasuk menyebarluaskan terhadap informasi tersebut.

Swasensor menempatkan pribadi pengguna media sosial sebagai subjek, pelaku. Swa menunjuk pada diri pribadi. Tidak mengandalkan orang lain. Atau mengandalkan teknologi pendukung.

Pengajar Kajian Budaya dan Media, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Budiawan, berpendapat, sensor konten oleh penyedia layanan media sosial itu secara teknis sukar diterapkan. Pasalnya, sensor konten akan dilakukan secara mekanis dengan berdasar pada kata kunci tertentu yang bisa saja tak tepat konteks.

Namun, itu tak berarti tak ada jalan untuk mengatasi persoalan itu. Apalagi, jika terus dibiarkan, dampak yang ditimbulkan ujaran kebencian bisa berbahaya. Dampaknya itu bisa berpotensi mempertebal prasangka atau mempertebal kebencian yang bisa berlanjut pada tindakan destruktif yang berbahaya (Kompas, 9 Agustus 2016)

Penerapan Swasensor 

Budiawan menawarkan cara yang efektif yang memungkinkan untuk bisa mengendalikan fenomena viral ujaran kebencian di media sosial, lewat gerakan literasi media sosial.

Baca Juga :   Facebook Melarang dan Menghapus Konten Kebencian

Dalam jangka panjang, lebih efektif mengurangi “permintaan” ujaran kebencian ketimbang menekan “pasokan” ujaran kebencian di media sosial. Apabila user media sosial  sudah makin “melek” etika bermedia sosial, maka akan muncul sikap swasensor.

Penerapan Swasensor dikandung maksud agar user media sosial dan Netizen pada umumnya, memfilter dan  menyaring semua informasi yang diterima, sebelum mengambil sikap dan tindakan. Terlebih terhadap informasi yang memang secara tekstual mengandung ujaran kebencian dan mengundang ajakan perilaku kekerasan.

Pada saat mengambil sikap pun, harus mempertimbangkan dampak dari perbuatan terhadap orang lain. Memfilter bisa berarti menghentikan untuk tidak membagikan lebih lanjut konten yang diterima, dan tidak melakukan tindakan apapun akibat efek dari informasi yang diterima.

Menjadi user media sosial dengan kemampuan swasensor akan mampu memfilter viral ujaran kebencian karena mendahulukan kecerdasan pikiran dan kejernihan hati dalam menyikapi informasi yang masuk.

Kita harus menyadari bahwa smartphone memang semakin “pintar” dari waktu ke waktu, akan tetapi, kita tidak boleh menjadi ”bodoh” dengan sikap dan perbuatan yang merugikan diri sendiri, merugikan orang lain atau bahkan bertindak melawan hukum.

Baca Juga :   Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Dikucurkan

Kuncinya adalah memahami dan berhati-hati serta cermat dalam menggunakan smartphone dalam ranah teknologi informasi yang lebih luas. Di sisi lain, tidak mungkin kita menghindar dari teknologi informasi tersebut karena toh justru kita akan tertinggal dari pihak lain.

Yang lebih tepat, kita memilih hidup berdampingan dengan teknologi dan memahami karakter teknologi tersebut dengan daya filter yang diperkuat dari waktu ke waktu. Dengan begitu, kita akan menjadi manusia-manusia cerdas dan bijak dengan teknologi yang mengundang manfaat daripada madharat.

Teknologi deteksi dini

Masalah swasensor konten yang dilakukan secara mekanis dengan berdasar pada kata kunci tertentu memang bisa saja tak tepat konteks. Munculnya teknologi deteksi dini atau Teknologi Deteksi Proaktif dari Facebook bisa menjadi harapan. Meski demikian tingkat akurasinya belum bisa diandalkan.

Teknologi deteksi dini tersebut lebih pada kerja mekanis berdasarkan sensor kata kunci. Dan ini belum berjalan efektif. Sebagai sebuah temuan dan tools baru dalam platform media sosial Facebook, patut untuk diapresiasi.

Fokus swasensor ada pada diri user, pengguna media sosial. Karena hampir semua yang dituangkan dalam media sosial, bergantung pada mood pengguna. Mau menempuh swasensor atau tidak, sangat bergantung pada kemauan pengguna. Di situlah tantangan literasi media sosial menemukan titik singgungnya.

Baca Juga :   Mudik Spiritual, Bersih Diri di Kampung Halaman

Demikian artikel pendek kategori media sosial. Kiranya bisa menjawab pertanyaan apa itu swasensor. Dan yang penting untuk ditekankan adalah, bahwa proses dan mekanisme swasensor, memfilter menyaring menyensor Informasi, ada di tangan kita masing-masing. Semoga bermanfaat.

About the author

Kang Nawar

Hello ! Saya Kang Nawar aka. Munawar A.M. Penulis Freelance. Terima kasih sudah singgah di Blog Artikel Opini, Review & Esai Digital ini. Berkenan kiranya untuk membagikan artikel dan mengikuti saya di media sosial. Silakan tinggalkan pendapat dan jejak anda pada kolom komentar. Saya menunggu dengan senang hati. Saya berharap Anda akan datang kembali ke blog ini. Terima Kasih.

Leave a Comment