Artikel Opini Media Sosial

Keterhubungan Data Pribadi di Jejaring Media Sosial

Data Pribadi di Jejaring Media Sosial seperti Facebook Instagram Whats App dan Twitter kadang terabaikan dan sering luput dari perhatian sehingga rawan penyalahgunaan. Keamanan data pribadi, bagaimanapun, tetap merupakan hal utama.

Artikel opini media sosial ini mengulas sedikit tentang konektivitas data, lebih khusus data pribadi atau personal, dalam jejaring media sosial. Seperti akan terlihat di bawah ini nanti, data pribadi yang diunggah ke media sosial. Terutama adalah nomor telepon, surat elektronik atau email.

Tentu ada banyak jenis data pribadi yang secara dengan sadar kadang diunggah untuk memenuhi persyaratan tertentu, tapi pengaturan nya kadang terabaikan.

Integrasi Facebook-Whats App-Instagram

Mengapa sebuah data bisa terhubung ke dalam banyak media sosial? Apa faktor penyebab terjadinya keterhubungan data itu? Faktor utama dari keterhubungan data di jejaring media sosial adalah integrasi platform media sosial itu sendiri.

Whats App Milik Siapa?

Bukti Kepemilikan Whats App oleh Facebook Inc.

Kita ambil contoh, antara Facebook, Whats App dan Instagram adalah satu kesatuan media sosial yang terintegrasi. Sama-sama platform media sosial. Akan tetapi memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Memiliki rancang bangun, penampilan, fungsi dan tujuan sendiri-sendiri. Juga memiliki kebijakan privasi, standar komunitas dan layanan sendiri-sendiri.

Jika ada pertanyaan WA milik siapa? Jawabannya, Whtas App milik Facebook. Jika ada pertanyaan Facebook milik siapa? Facebook milik Mark Elliot Zuckerberg. Facebook menjadi pemilik resmi Whats App, setelah melalui proses akuisisi selama delapan bulan. Di dalamnya termasuk Facebook Messenger.

Lalu, Instagram milik siapa? Milik Facebook Inc. Apa yang bisa diamati dari integrasi Facebook-Whats App-Instagram? Salah satunya adalah kecenderungan monopilstik. Nah, hubungannya dengan data pribadi kita sebagai pemilik akun media sosial Facebook-Whats App-Instagram bisa diperiksa lebih lanjut.

Data Pribadi Nomor Telepon

Bermula dari data pribadi nomor telepon. Sebelum muncul banyak data pribadi yang terkoneksi lewat jaringan iternet, nomor telepon adalah jenis data pribadi yang utama. Namun, kepemilikan nomor telepon yang bersifat pribadi pun, sudah terkoneksi dengan server milik perusahaan telekomunikasi.

Sebagai pemilik nomor telepon, kita tidak bisa menolak secara langsung masuknya SMS notifikasi. Entah SMS dari perusahaan telekomunikasi sendiri maupun dari pihak sponsor. Dan itu terjadi untuk jangka waktu yang cukup lama. Secara sadar, kita tahu bahwa dalam data pribadi berupa nomor telepon, juga tersimpan data pribadi lain sebagai syarat akivasi nomor telepon.

Akhirnya, kita memiliki Account / akun di perusahaan yang mengeluarkan nomor telepon itu sendiri. Lagi, di dalam akun tersebut, juga tersimpan data pribadi seperti email, alamat, nomor Kartu Keluarga, Nomor idenitas KTP, dan lain sebagainya.

Data Pribadi di Akun Media Sosial

Penyertaan data pribadi di era serba dalam jaringan, daring, dimulai dari pengaktifan Smartphone. Dari sana, data seperti email, wajib disertakan untuk login. Jika tidak, maka besar kemungkinan Smartphone tidak bisa dioperasikan. Terutama hubungannya dengan aplikasi online yang menjadi domain Google.

Penyertaan Data pribadi di akun media sosial merupakan syarat wajib. Memang tidak semuanya wajib sifatnya. Ada beberapa pengecualian. Namun, hampir semua akun media sosial pasti meminta kepada siapapun untuk menyertakan nomor telepon dan surat elektronik atau email saat membuat sebuah akun.

Kedua data pribadi tersebut, bahkan ditawarkan sebagai username akun. Artinya, diberi pilihan; username atau nama pengguna akan menggunakan email atau nomor telepon. Sampai di sini, maksud dari pemilik platform mempersyaratkan penyertaan email dan nomor telepon bisa dipahami.

Sesama pengguna Facebook akan dihubungkan secara otomatis melalui keterpautan nomor telepon. Antar pengguna Facebook dengan pengguna Instagram juga akan terhubung secara otomatis. Otomatisasi ini bagian dari Kebijakan pemilik platform media sosial. Ini yang kadang kurang disadari oleh para pengguna.

Otomatisasi Keterhubungan Data Pribadi di Jejaring Media Sosial berupa nomor telepon dan email sudah didesain sedemikian rupa. Ia ada dalam proyek pengembangan sebuah data besar (big data).  Untuk tujuan apa? Membangun dan memperluas peluang terbentuknya jaringan dan jangkauan secara otomatis.

Jejaring Antar-Akun

Itu sebabnya, muncul apa yang disebut interkoneksi akun. Jejaring antar-akun. Gambar berikut ini menunjukkan bagaimana interkoneksi antar-akun bisa bejejaring.

Login Dengan Akun Alternatif

Gambar di atas bisa dibaca demikian: Ada satu akun, di mana pengguna bisa login dengan akun asli, dengan akun Facebook, juga dengan akun Google. Pengguna diberi pilihan 3 cara untuk Login. Tinggal dipilih.

Ini yang Saya sebut interkoneksi antar-akun, jejaring antar-akun. Dan itu sudah didesain untuk berjalan secara otomatis. Facebook dan Google menjadi master akun yang kemudian dijadikan bagian dari rancang-bangun akun-akun non media sosial.

Misal, akun dari sebuah situs Online Marketing, akun layanan CMS seperti WordPress, layanan keyword tool dan SEO, juga akun penyedia plugin serta blog tools lainnya. Hari ini, hampir rata rata situs web besar, menggunakan interkoneksi antar-akun.

Penyalahgunaan data pribadi

Rata-rata akun media sosial, website besar dan berpengaruh, memiliki kebijakan layanan. Termasuk terkait jaminan tidak adanya penyalahgunaan data pribadi. Klausul seperti “Data anda tidak akan kami perjualbelikan”, “Data anda tetap dilindungi dalam privasi”.

Atau versi Google ada penyataan “Google melindungi informasi pribadi Anda dengan keamanan berlapis.”  Artinya Google sendiri tidak mau terjebak dalam bentuk apapun penyalahgunaan data pribadi penggunanya. Itu karena menyangkut privasi pribadi-pribadi.

Kembali ke Keterhubungan Data Pribadi di Jejaring Media Sosial, semua harus menjadi perhatian pengguna. Kita semua tidak menginginkan bentuk-bentuk penyalahgunaan data pribadi. Akan tetapi, kita sendiri tidak boleh lengah dan terlena dengan data media sosial yang kita miliki.

Dengan demikian, kita perlu membiasakan untuk mengamankan data akun media sosial, juga data pribadi lain yang kita miliki, agar terhindar dari penyalahgunaan data pribadi sekaligus penyalahgunaan media sosial. Semoga artikel opini media sosial data pribadi di Media Sosial ini bermanfaat untuk kita semua.

About the author

Kang Nawar

Hello ! Saya Kang Nawar aka. Munawar A.M. Penulis Freelance. Terima kasih sudah singgah di Blog Artikel Opini, Review & Esai Digital ini. Berkenan kiranya untuk membagikan artikel dan mengikuti saya di media sosial. Silakan tinggalkan pendapat dan jejak anda pada kolom komentar. Saya menunggu dengan senang hati. Saya berharap Anda akan datang kembali ke blog ini. Terima Kasih.

Leave a Comment