Digital Lifestyle Esai Digital

5 Gaya Hidup Digital. Anda yang Mana?

Inilah daftar 5 (lima) Gaya Hidup Digital; mainstream, konservatif, interaktor, fungsionalis dan full, sepenuhnya. Kira-kira, Anda pada posisi Gaya hidup yang mana? Klasifikasi, jenis dan contoh gaya hidup digital mana yang lebih dekat dengan anda saat ini?

Mari kita lihat jenis-jenisnya dulu.

Inilah 5 daftar Jenis Gaya Hidup Digital

  • Mainstream Digitals (Gaya Hidup Digital Mainstream)
  • Digital Conservatives (Gaya Hidup Digital Konservatif)
  • Digital Interactors (Gaya Hidup Digital Interaktor)
  • Digital Functionalists (Gaya Hidup Digital Fungsionalis)
  • Full Digitals (Gaya Hidup Digital Sepenuhnya)

Ke 5 jenis gaya hidup (lifestyle) digital tersebut pernah dikelompokkan oleh Kevin Hengstz. Dia mengamati dengan cerdas fenomena gaya hidup sejak era digital semakin menemukan bentuknya, sampai saat ini.

Pengertian 5 jenis gaya hidup digital

  1. Kelompok Mainstream digitals, adalah kelompok dengan gaya hidup digital yang landai, dan berhati-hati terhadap dunia digital. Tidak cukup yakin tentang perkembangan teknologi. Mereka ada bersama dengan dan dalam kerumunan dunia digital. Tapi tanpa memiliki pendapat atau opini yang kuat tentang kehidupan digital itu sendiri.
  2. Digital Conservatives. Gaya hidup digital konservatif adalah kelompok yang introvert dan berpandangan tradisional. Lebih banyak rasa tidak percaya berkaitan dengan digitalitas dan privasi. Mereka memiliki sedikit kedekatan dengan pengetahuan dan teknologi. Tingkat keterlibatan dalam teknologi digital dan keterikatan dengan sosial digital nya rendah.
  3. Digital Interactors.  Pelaku gaya hidup digital interaktor adalah mereka yang masuk dalam kelompok ekstravert dan peka terhadap tekanan sosial. Kurangnya pengetahuan teknologi, tidak mencegah mereka membentuk interaksi sosial dengan banyak hal dan banyak orang. Tingkat keterlibatan dalam teknologi digital dan keterikatan dengan sosial digital nya tinggi.
  4. Kelompok gaya hidup digital fungsionalis (Digital Functionalists) adalah mereka yang mengambil sikap pragmatis dan mengedepankan rasionalitas. Mereka memiliki afinitas yang kuat dengan teknologi, menganggap dunia digital sebagai bagian dari pengayaan hidup, tetapi mereka tidak melakukannya dalam dalam interaksi sosial. Mereka mengambil pandangan kritis pada pengembangan digital.
  5. Yang kelima, gaya hidup Full Digitals. Kelompok Full Digitals adalah mereka yang memiliki tingkat penasaran yang tinggi. Ambisius terhadap teknologi digital dan social engagement. Tidak ada perbedaan antara kehidupan online dan offline. Bagi mereka, teknologi baru menawarkan pengalaman baru. bagi mereka, membagikan informasi pribadi, tidak menjadi masalah.
Baca Juga :   Apa itu Orphaned Content?

Pengelompokan ke 5 jenis tersebut di atas membantu memudahkan kita untuk melihat dengan lebih luas fenomena gaya hidup serba digital secara umum. Bisa juga sekadar untuk mengidentifikasi diri kita; kira-kira, di kelompok gaya hidup digital yang mana, kita, saat ini?

Atau untuk masuk ke pertanyaan yang paling mendasar, yaitu; Bagaimana kita bisa mendefinisikan sebuah gaya hidup digital? Tentang definisi budaya digital pernah saya tulis di sini > Apa itu Budaya-Kultur Digital?

Konsumen dunia digital

Perkembangan “dunia digital” telah menyebabkan munculnya perbedaan yang jelas antar-kelompok konsumen. Saya sebut “dunia digital” karena digitalisasi kehidupan sudah menyapu dunia, membentuk dunianya sendiri.

Siapa konsumen dunia digital? Yaitu, mereka yang mengkonsumsi, memanfaatkan dan mengambil manfaat dari proses digitalization of life, digitalisasi kehidupan.

Kita yang hidup di era serba digital saat ini menjadi bagian dari konsumen dunia digital. Bagi sebagian orang, tingkat konsumsinya mungkin sudah masuk tahap konsumtivisme. Satu tahap yang lebih tinggi dari rata-rata tingkat konsumsi pada umumnya.

Baca Juga :   Silaturahmi Digital Virtual yang Fenomenal

Generasi pertama orang yang tumbuh di era digital, sekarang sudah dewasa. Bahkan mungkin sudah semakin menua. Di sisi lain, ada dari mereka yang masih terbiasa dan suka tantangan dengan inovasi digital terbaru. Sebagiannya lagi sudah terhubung dengan “dunia digital” tapi dengan intensitas yang menurun.

Digitalitas, teknologi dan sosial digital

Digitalitas atau kedigitalan adalah fenomena kehidupan digital yang ditentukan berdasarkan faktor pendukungnya. Ia menjadi sebuah model digitalitas. Bagaimana cara kerja model digitalitas?

Model Digitalitas didasarkan pada empat klasifikasi: keterlibatan sosial digital yang tinggi dan rendah. keterlibatan teknologi yang tinggi dan rendah.

Model Digitalitas kemudian divisualisasikan di sepanjang dua sumbu, yang membentuk lima jenis warga digital (digital citizenship). Kelima jenis tersebut semuanya memiliki skor yang berbeda pada enam nilai digital mendasar yang menjadi ciri perilaku digital sebagaimana berikut ini:

  1. Sosial: tingkat di mana kehidupan sosial mereka berlangsung secara online
  2. Tech-savvy: tingkat di mana pengguna merasa nyaman menggunakan teknologi online.
  3. Eskapisme: tingkat di mana domain digital digunakan untuk melarikan diri dari kehidupan sehari-hari
  4. Ketidakpercayaan dan privasi: tingkat di mana privasi merupakan masalah dalam domain digital
  5. Interaksi: tingkat di mana interaksi fungsional berlangsung secara online
  6. Transaksi online: tingkat di mana individu dipersiapkan untuk bertransaksi secara online
Baca Juga :   Penyebab Artikel Belum Terindeks Google

Model digitalitas ini bisa menjadi model sebuah penelitian perilaku digital dalam kehidupan sehari-hari. Jika anda tertarik, bisa menggunakan model digitalitas ini.

Demikian artikel esai digital lifestyle 5 Jenis Gaya Hidup Digital. Semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua.

About the author

Kang Nawar

Hello ! Saya Kang Nawar aka.Munawar A.M. Penulis Freelance. Beberapa tulisan Saya pernah dimuat di media masa. Terima kasih sudah singgah di Blog Kumpulan Artikel Opini, Review & Esai Digital ini.

Berkenan kiranya untuk membagikan artikel dan mengikuti saya di media sosial. Silakan tinggalkan pendapat dan jejak anda pada kolom komentar. Saya menunggu dengan senang hati. Saya berharap Anda akan datang kembali ke blog ini. Terima Kasih.

Leave a Comment