Esai IslamiMahabbah Muhasabah

2 Ayat Terakhir Surat Al Ghatsiyah, Muhasabah Abadi

2 Ayat Terakhir Surat Al Ghatsiyah, (25) Inna Ilainaa Iyaabahum, Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali, (26) Tsumma Inna ‘Alainaa Hisaabahum, kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka, adalah sarana muhasabah abadi, mari mendalami arti makna dan pesan nya

Dua ayat terakhir dari Surat Al Ghatsiyah di atas tentu tidak bisa dipisahkan dengan ayat-ayat sebelumnya. Ini perlu dipertegas agar tidak kehilangan kendali dalam mengambil arti, makna dan pemahamannya. Mengapa perlu di pertegas? Karena dua ayat terkahir tersebut mengandung kata penegasan, bahkan kata penegasan dengan setegas tegasnya.

Kata Inna, yang berarti sungguh, sesungguhnya, dalam pemahaman dan pengertian kita memiliki makna menguatkan, penegasan, menegaskan. Untuk sebuah kata benar, dengan ditambahkan sungguh benar, maka benar nya itu memang benar adanya. Bukan benar yang ilusif atau kamuflatif.

Kembali Kepada Allah SWT

Dengan menekankan kata sungguh, kita sebenarnya, bahkan dalam kehidupan sehari hari, sedang dalam ranah muhasabah, menghitung, mengevaluasi. Saat mengatakan, sungguh kamu adalah orang yang baik, kita sedang menghitung ulang untuk kesekian kalinya melihat sifat (-sifat) baik yang melekat pada diri seseorang.

Pun demikian saat mengatakan, sungguh dia itu benar-benar jahat. Diksi dalam kalimat tersebut mengandung bobot yang tidak serta merta bisa mengurangi sifat jahat meskipun sifat tersebut melekat pada diri seseorang bersifat sementara.

2 Ayat Terakhir Surat Al Ghatsiyah yang pertama, yaitu Inna Ilainaa Iyaabahum, Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali. Allah SWT berfirman dalam ayat tersebut dengan meyakinkan kepada manusia bahwa manusia sungguh benar adanya akan kembali kepadaNYA.

Apakah ada manusia yang meragukan dirinya akan kembali kepadaNYA? Atau, adakah manusia yang meragukan kesungguhan Allah SWT dalam Surat Al Ghatsiyah tersebut? Allah SWT Maha Kuasa, tidak bergantung pada kuasa manusia yang nisbi dan semu.

Kembalinya manusia kepada Allah SWT, dalam ajaran Islam, adalah keyakinan Islami, ini masalah keyakinan bagi umat Islam di manapun berada. Fase kembalinya manusia kepada Allah SWT adalah melalui peristiwa Kematian. Dan itu adalah sebuah kepastian. Artinya, kembalinya manusia kepada Allah SWT juga adalah Kepastian.

Kepastian Hari Perhitungan

2 Ayat Terakhir Surat Al Ghatsiyah yang kedua, yaitu Tsumma Inna ‘Alainaa Hisaabahum, kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka, ini memiliki pesan arti dan makna penegasan yang merupakan rangkaian dari peristiwa kembalinya manusia kepada Allah SWT.

Rangkaian seperti apa? Kematian adalah fase awal hisab, fase awal perhitungan sebelum benar-benar masuk ke Hari Perthitungan (Yaumulhisab). Sejak di lam kubur, manusia pun sudah dihisab. Setidaknya dengan Allah SWT mengutus  Malaikat Munkar dan Malikat Nakir. Dan itu fase menuju Kepastian Hari Perthitungan yang tak terjangkau akal kapan waktunya tiba.

Jika pada Ayat Terakhir Surat Al Ghatsiyah yang pertama dimulai dengan kata Inna, maka pada Ayat Terakhir yang kedua, dimulai dengan kata Tsumma Inna ‘Alainaa. Perbedaannya terletak pada digabungkannya 3 kata –Tsumma-Inna-‘Alainaa menjadi satu ungkapan penegasan yang menyatu, yang mempunyai arti Kemudian Sesungguhnya (Kewajiban) Kamilah.

Allah SWT menegaskan kepastian manusia kembali kepadaNYA, menegaskan pula kepastian perhitungan atas amal perbuatan manusia di hari perhitungan kelak. Perhitungan atas amal baik, atas amal buruk, atas semuanya yang dilakukan manusia.

Manusia berasal dari dan diciptakan oleh Allah SWT. Sewaktu-waktu, manusia akan kembali kepadaNYA. Dan itu suatu kepastian. Kesungguhan Allah SWT dalam menyatakan Tsumma-Inna-‘Alainaa adalah kepastian yang nyata.

2 Ayat Terakhir Surat Al Ghatsiyah baik yang pertama maupun yang kedua (paling akhir), sebagai firman Allah SWT pasti benar adanya. Dicantumkannya di ayat terakhir surat Al Ghatsiyah sebagai media mubahasabah kita spanjang masa, sebuah muhasabah abadi sejak surat tersebut diturunkan dan memberitahukan kepastian itu.

Apakah anda terbiasa dengan membaca Surat Al Ghatsiyah? Jika iya, maka anda beruntung karena bisa mengulang-ulang, menghitung-hitung berapa kali Allah SWT menyatakan penegasan kepastian kembalinya manusia, dan kepastian hari perhitungan.

Jangan lupa, di akhir Surat Al Ghatsiyah setelah selesai untuk membaca Doa Rabbi Hasibni Hisaban Yasiira

 

Kang Nawar

Hello ! Saya Kang Nawar aka. Munawar A.M. Penulis Freelance. Terima kasih sudah singgah di Blog Artikel Opini, Review & Esai Digital ini. Berkenan kiranya untuk membagikan artikel dan mengikuti saya di media sosial. Terima kasih sudah singgah. Saya berharap Anda akan datang kembali ke blog ini. Terima Kasih.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button