Sertifikat Kunjungan ke Tugu Khatulistiwa di Pontianak

Saat kunjungan ke Tugu Khatulistiwa di Pontianak, petugas memberikan sertifikat ke Saya sebagai bukti telah melintas di garis khatulistiwa. Pemberian sertifikat ini baik dan menarik karena bagian dari pelayanan. Pihak pengelola rupanya memiliki cara untuk mendokumentasikan pengunjung tidak sekadar mengisi buku tamu.

Mengisi buku tamu, adalah hal yang tergolong wajar dan biasa. Terlebih di destinasi wisata sejarah dan ilmu pngetahuan seperti Tugu Khatulistiwa. Hal ini juga pernah Saya tempuh saat berkunjung ke Istana Almukarramah Kesultanan Sintang pada saat rihlah ke sana. Bedanya, di Istana Sintang tidak mendapatkan Sertifikat Kunjungan.

Mengapa Pengelola Taman Tugu Khatulistiwa menerbitkan sertifikat kunjungan kita? Sejuah yang saya gali, informasi tentang pemberian sertifikat kunjungan itu sudah menjadi kebijakan Pemerintah Kota Pontianak. Selain sebagai bentuk pelayanan, juga sebagai tanda bukti bagi pengunjung. Kebijakan ini juga layak kita sambut dan apresiasi.

Lalu, siapa yang bisa dan berhak mendapatkan sertifikat tersebut? Tidak semua pengunjung Tugu Khatulistiwa mendapatkan Sertifikat Kunjungan Bukti Telah Melintas. Saya mendapatkannya karena berasal dari luar kota Pontianak. Bahkan berasal dari luar pulau Kalimantan. Berarti jika pengunjung berasal dari lokal Kota Pontianak tidak mendapatkannya? Bisa jadi demikian.

Bagi Saya sendiri, Sertifikat Kunjungan ke Tugu Khatulistiwa di Pontianak menjadi bukti otentik. Bahwa bagi Saya, Tugu Khatulistiwa bukan sekadar cerita dan berita. Melainkan sebuah fakta. Fakta bahwa kunjungan itu Saya tempuh dan diberi tanda kehormatan berupa sertifikat. Dan Saya sendiri sudah membuktikannya dengan berkunjung ke sana dan mendapatkan sertifikat tersebut.

Kunjungan Kedua ke Tugu Khatulistiwa

Saat pertama berkunjung ke Tugu Khatulistiwa, tidak pernah terbayangkan jika suatu saat akan kembali mengadakan kunjungan untuk kedua kalinya. Lagian, kiranya sudah cukup bukan, dengan kunjungan pertama?

Namun jika bicara takdir, maka kita tidak akan pernah bisa mengelak. Ibarat manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha, maka Allah SWT juga yang Maha Memberi Ketetapan. Dan itu kita yakini sebagai bagian dari takdir insan beriman.

Ini persis dengan fakta bahwa selama hidup tidak pernah membayangkan akan menjalani Rihlah Ke Kalimantan Barat. Tapi Allah SWT juga yang sudah menetapkan sehingga Saya bisa menjalani lawatan ke sejumlah Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat.

Baca juga: Rihlah ke Landak, Singgah di Rumah Radakng Aya’.

Demikian juga kunjungan kedua ke Tugu Khatulistiwa. Tidak akan pernah terjadi kunjungan itu jika Allah SWT tidak menakdirkan Saya untuk menjalani Rihlah ke Kota Singkawang. Kebetulan perjalanan darat dari Pontianak ke Singkawang, juga ke Bengkayang dan Sambas, melewati area di mana Taman Tugu Khatulistiwa berada.

Kunjungan Kedua ke Tugu Khatulistiwa

Kunjungan kedua ke Tugu Khatulistiwa di Pontianak kali ini bersamaan dengan perjalanan pulang dari Pangmilang Kota Singkawang. Saya sebelumnya menjanjikan kepada dua teman yang bersama-sama bertugas, untuk mampir dan melihat langsung Tugu Khatulistiwa dari dekat. Dan janji itu tertunaikan.

Driver yang mengantarkan kami pulang dari Singkawang seegra memarkir mobil saat tiba di Taman Tugu Khatulistiwa. Kami pun bergegas menuju area Tugu Khatulistiwa. Di depan pintu masuk, Kami betiga pun mendaftarkan dii kepada petugas registrasi dan mengisi buku tamu.

Ini kunjungan Saya yang kedua. Sementara bagi kedua teman Saya, ini adalah kunjungannya yang pertama. Segera setelah registrasi, Kami masuk ke area bagian dalam. Seorang guide yang mendampingi, menjelaskan panjang lebar tentang posisi, sejarah dan pengetahuan tentang Tugu Khatulistiwa.

Setelah cukup mendapatkan penjelasan, kami berdialog sejenak dan tidak lupa mengabadikan moment bersejarah dalam dokumentasi foto yang cukup. Dan Kami pun segera meninggalkan lokasi. Di bagian registrasi tadi, petugas menyodorkan sertifikat kunjungan ke Tugu Khatulistiwa kepada kedua teman Saya.

“Terima kasih atas kunjungannya, sertifikat ini sebagai tanda anda sudah melintas di garis Khatulistiwa,” ucap petugas dengan senyum ramah.

“Terima kasih kembali, semoga kita dipertemukan lagi di sini,” jawab kami seraya berpamitan. Kamipun meninggalkan Taman Tugu Khatulistiwa menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak. Melanjutkan rihlah dan perjalanan pulang ke pulau Jawa.

Terima kasih untuk Anda berkenan menemukan Kami di X Twitter juga Instagram dan Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button