Rihlah ke Sanggau: Masjid Agung, Ziarah Makam dan Istana

Seri catatan perjalan rihlah ke Sanggau kali ini mengunjungi Masjid Agung, Ziarah ke Makam Raja-Sultan dan bersilaturahmi ke Keraton Istana Surya Negara di tepian Sungai Kapuas. Ulasan jejak waktu perjalanan di Kalimantan Barat kami lengkapi.
Perjalanan pulang dari Kapuas Hulu memang tidak hanya menembus malam. Tapi melewati pagi hari hingga siang. Menjelang waktu dhuhur, Kami memasuki kota Sanggau, beberapa teman sudah menunggu di pusat kota. Waktu tempuh dari Kapuas Hulu sampai pusat kota Kabupaten Sanggau sekitar 10 jam, plus istirahat dan shalat.
Pengantar dari Kapuas Hulu bersepakat dengan Kami, pengantaran hanya sampai di Sanggau. Dari sanggau, moda transportasi mobil sudah tersedia untuk membawa Kami rihlah dari Sanggau ke Kota Pontianak. Sementara menurut teman-teman, Kami harus singgah dulu di Sanggau. Dan ini merupakan satu kehormatan.
Baca juga: Rihlah ke Pesisir Selatan di Koto XI Tarusan Sumatera Barat
Setelah cukup makan siang dengan lauk sate kambing, pengantar dari Kapuas Hulu berpamitan. Di batin kami, terlintas rasa haru sekaligus bangga. Haru karena harus berpisah setelah 4 hari efektif bersama-sama menyukseskan kegiatan. Bangga karena kami dipertemukan dengan orang-orang hebat yang ikut berjuang menguatkan organisasi yang sama di Kapuas Hulu.
Kami pun secara estafet berpindah armada, dan teman-teman di Sanggau nge-charge spiritual kami dengan Rihlah ke 3 (tiga) tempat utama. Yaitu Masjid Agung Al Mu’awanah, Ziarah Makam Keluarga Kerajaan – Kesulltanan dan Silaturhami ke Istana Surya Negara.
Masjid Agung Al Mu’awanah
Masjid Agung Al Mu’awanah terletak di JalanMasjid Agung, Ilir Kota, Kec. Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Lokasi tidak jauh dari pusat kota Sanggau, perjalanan (rihlah) darat hanya sekitar 10 menit dalam kondisi lalu lintas sing hari yang padat.
Dalam perjalanan, pengembaraan dan travelling, Kami memang memprioritaskan untuk mengunjungi Masjid, karena dimensi spiritual, nilai spiritualitas dan sejarahnya. Itu sebabnya, Kami juga menyempatkan diri pada perjalanan sebelumnya dengan berkunjung ke Masjid Keraton Sintang.
Masjid Agung Al-Mu’awanah merupakan masjid terbesar di Kabupaten Sanggau. Bangunannya tmpak sangat kokoh. Lokasinya sangat strategis di pinggir jalan raya. Lokasi parkirnya cukup luas. Sebagian di halaman Masjid. Sebagiannya di seberang jalan raya. Selanjutnya, Kami menyempatkan diri untuk mengambil air wudhu dan melaksanaakn Shalat Dhuhur.
Baca juga: Rihlah Ke Bengkayang, Menorehkan Jejak dan Pondasi Juang
Memasuki ruang utama Masjid Agung Al-Mu’awanah, melewati pintu kayu yang tinggi dan kokoh. Bagian interior dominan warna putih, mendukung suasana hening dan khusyu beribadah. Tiang-tiang penyangga berbahan beton juga nampak kokoh dan indah dengan hiasan dekoratif.
Masjid ini menampakkan kemegahan, keindahan sekaligus kesejukan. Di Masjid Agung Al-Mu’awanah kami singgah, mengambil gambar, melaksanakan Shalat serta I’tikaf (berdiam diri) secukupnya. Mengunjungi Masjid, merupakan bagian dari contoh perjalanan spiritual, seperti halnya Ziarah Kubur ke Makam.
Ziarah Makam Keluarga Raja-Sultan Sanggau
Rihlah ke Masjid Agung, Ziarah ke Makam Raja-Sultan dan bersilaturahmi ke Keraton Istana Surya Negara Sanggau sedianya Kami lakukan pada saat kegiatan berlangsung. Akan tetapi karena waktu yang belum memungkinkan, maka teman-teman di Sanggau tetap mengagendakan sepulangnya Kami dari Kapuas Hulu.
Baca juga: Perjalanan dari Pontianak ke Sukamulya Parindu Sanggau
“Setelah mengunjungi Masjid, Kita ke Makam Keluarga Raja-Sultan Sanggau,” kata teman mengajak. Kami mengiyakan tanpa basa basi. Lokasi Makam Keluarga Kerajaan-Kesultanan Sanggau tidak jauh dari Masjid Agung Al-Mu’awanah. Jalan kaki sebenarnya bisa. Tapi Kami diajak naik Mobil agar nanti langsung melucnur ke Istana Surya Negara.

Makam Keluarga Kerajaan-Kesultanan Sanggau ada di tanah yang tinggi meski bukan tergolong perbukitan. Sebagaimana layaknya tempat pemakaman, ada banyak sekali makam di sana. Beberapa makam tampak dalam balutan bangunan yang besar, sedang dan kecil. Di dalam salah satu bangunan itulah ada makam Panembahan Haji Gusti Moch Ali Surya Negara.
Baca juga: Rihlah ke Solok Selatan, Singgah di Jorong Malus Sangir
Mengutip laman sanggau.go.id, sejarah Sanggau melewati masa kerajaaan, transisi dan kesultanan. Artinya, sebelum dipimpin oleh seorang Sultan, sanggau adalah Kerajaan yang dimpinpin seorang Raja. Pada tahun 1722 M, Panembahan Ratu Surya Negara dinobatkan menjadi Sultan Sanggau dan bergelar Sultan Zainuddin (1722-1741 M).
Kami berombongan memasuki bangunan area makam. Berdiam diri sejenak, tahlil. Juga memanjatkan doa-doa. Tidak lupa doa syukur bisa bertemu dengan (artefak) para Pejuang Islam dan Peradaban di Sanggau.
Istana Surya Negara Sanggau
Waktu sudah semakin sore. Hujanpun turun. Akan tetapi, kami harus terus menempuh perjalanan sesuai rencana. Dari komplek Makam Keluarga Raja – Sultan Sanggau, kami menuju ke Istana Surya Negara, destinasi terakhir Rihlah kami ke Sanggau.
Setibanya di Istana, Kami disambut oleh salah seorang kerabat Sultan dengan sambutan yang sederhana, hangat namun bersahaja. Kami dipersilahkan untuk naik Istana dengan konstruksi 100% dari Kayu dan berbentuk panggung. Di selasar / teras tertata rapi kursi dan meja tamu. Dari teras, kita bisa memandang ke arah depan: ada Sungai Kapuas di sana.
Baca juga Masjid Agung Al Falah Mempawah yang Megah
Kami melewati ruang bagian depan sebelum masuk ke ruangan utama; ruang di mana banyak sekali benda dan aset Kerajaan-Kesultanan Sanggau masih terawat rapih. Demikian juga singgasana raja dengan kursi yang terkesan mewah beralaskan karpet merah.

Di sisi depan singgasana kanan dan kiri ada beberapa ruangan, kami pun memasukinya. Sejumlah benda bernuansa sejarah kami temui. Seperti senjata tombak, meriam, ada juga gamelan, dan pakaian kebesaran. Yang menarik, di dalamnya juga ada Mushaf Al-Qur’an Tulisan Tangan.
Baca juga Ziarah 4 Ulama Besar Jombang Ngunduh Spirit Perjuangan
Keraton Surya Negara Sanggau termasuk cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pemerintah Kabupaten Sanggau sangat peduli dengan Situs Keraton Istana Surya Negara ini.
Demikian catatan Rihlah ke Sanggau. Ke Masjid Agung Al Mu’awanah, Ziarah Makam Keluarga Raja-Sultan Sanggau dan silaturahmi ke Istana Surya Negara. Kamipun bergegas bersiap melanjutkan perjalanan. Dari Sanggau ke Kubu Raya atau Kota Pontianak. Mungkin, akan melewati waktu Maghrib sebelum sampai ke Kabupaten Kubu Raya.





