Jejak Waktu Senggang

Mercon Bumbung Bambu Ala Meriam

Mercon Bumbung Bambu? Ya. Waktu masih usia anak-anak, Anda suka, pernah atau malah mahir cara memainkan mercon ala meriam kompeni itu?

Mercon Meriam bambu merupakan salah satu permainan tradisional khas cukup populer serta dikenal di berbagai daerah – daerah di Indonesia. Bahkan hampir di seluruh wilayah nusantara pada umumnya. Bagaimana di daerah Anda?

Di kampung Saya, mercon bumbung biasa dimainkan di kala senggang. Umumnya oleh anak-anak. Tapi kadang juga ada orang tua yang ikut ambil peran. Bulan Ramadhan, menjadi bulan dan “waktu memainkan mercon bumbung”.

Di luar bulan Ramadhan, hampir tidak bisa ditemukan permainan itu.  Waktunya memainkan mercon bumbung jelang senja, sambil menunggu saat buka puasa tiba. Anak-anak memainkannya dengan ceria. Hingga terkesan lupa sedang berpuasa dan lapar dahaga tidak dirasakannya.

Umumnya, mercon bumbung dimiliki secara bersama-sama, bisa dua atau tiga orang anak. Mercon bumbung terbuat dari apa? Dari bambu yang khusus. Panjangnya bisa variatif. Antara 1 sd 1.5 meter. Harus dari bambu yang keras dan kuat, itu sebabnya diambil dari batang bambu paling bawah, persis di atas akar bambu.

Baca Juga :   Hari Buku Nasional, 17 Mei

Cara membuat mercon bumbung bambu

Cara membuat mercon bumbung bambu pun sederhana. Siapkan bambu yang cukup kuat. Kenapa harus kuat, karena akan menahan “ledakan” saat dimainkan. Di bagian ujung bawah dibiarkan tetap tertutup. Ruas-ruas di atasnya di bagian dalam dilubangi hingga ruas paling ujung. Di bagian ujung, persis moncong meriam, bolong, terbuka.

Sebaiknya, seluruh ruas bambu bagian luar di bersihkan, utamanya bagian lugut nya? Apa itu lugut bambu? Lugut (mungkin ini dalam bahasa Jawa), adalah bulu-bulu halus yang melekat pada bambu. Lugut bambu berbahaya jika mengenai telapak tangan. Akibatnya bisa gatal berkepanjangan.

Di ujung bawah luar bambu diberi lubang kecil. Gunanya untuk apa? Untuk memasukan bahan ledakan mercon bumbung bambu. Biasanya dari Karbit. Itu sebabnya, mercon meriam kompeni ini juga kadang disebut dengan mercon bumbung karbit.

Cara menyulut mercon bumbung bambu

Begini cara memainkan, menyulut, mercon bumbung bambu?

  1. Siapkan Karbit peledak secukupnya. Pecahkan karbit menjadi pecahan yang kecil. Jangan terlalu besar, karena ini bisa berakibat daya letus/ledak yang besar, hingga membahayakan.
  2. Siapkan Air secukupnya. Fungsi air di mercon bumbung adalah untuk merendam Karbit hingga karbit meleleh dan menghasilkan asap.
  3. Siapkan Alat Penyulut, minimal panjang 1 meter. Ini demi keamanan. Tidak boleh menyulut dengan korek api kayu. Alat penyulut bisa terbuat dari rantingbambu. Di bagian ujung diberi kain yang diolesi minyak guna dibakar untuk mamantik letusan.
  4. Siapkan kain penutup, dua buah. Satu untuk menutupi lubang sulutan. Satu lagi untuk menutupi ujung bambu. Fungsinya untuk mengakumulasi asap karbit sebelum disulut. Asap yang keluar sebelum disulut akan mubadzir.
  5. Pastikan bagian ujung bambu lebih tinggi posisinya, hadapkan ke arah yang kosong. Lebih baik di area persawahan.
  6. Masukan air secukupnya ke dalam lubang sulutan. Lalu masukan karbit di dalamnya. Tutut ujung moncong mercon bambu. Tutup juga bagian lubang sulutan. Bersamaan dengan itu, siapkan alat penyulut dan korek api.
  7. Tunggu beberapa saat sampai karbit mendidih. Segera setelah itu, lubang sulutan di buka, penutup moncong bambu juga dibuka.
  8. Pastikan situasi sekeliling nya aman dari ancaman letusan/ledakan. Lalu nyalakan penyulut dan arah kah ke lubang penyulut……
Baca Juga :   Harkitnas Tahun 2020, Bangkit dalam Optimisme Normal Baru

Duarrrrr !!!

Mercon Bumbung Bambu pun meledak.

Anak-anak bersorak sorai gembira. Lalu menyiapkan langkah menyulut mercon bambu ke dua, ke tiga dan seterusnya hingga jelang bedug maghrib tiba. Ini seperti tutorial membuat mercon bumbung bambu yaaa…..

About the author

Kang Nawar

Hello ! Saya Kang Nawar aka.Munawar A.M. Penulis Freelance. Beberapa tulisan Saya pernah dimuat di media masa. Terima kasih sudah singgah di Blog Kumpulan Artikel Opini, Review & Esai Digital ini.

Berkenan kiranya untuk membagikan artikel dan mengikuti saya di media sosial. Silakan tinggalkan pendapat dan jejak anda pada kolom komentar. Saya menunggu dengan senang hati. Saya berharap Anda akan datang kembali ke blog ini. Terima Kasih.

Leave a Comment