Artikel Esai Digital Digital Lifestyle

Ciri Budaya Digital, Konsumsi Teknologi Yang Tinggi

Salah satu ciri budaya digital, ciri kultur digital adalah tingkat konsumsi teknologi yang tinggi oleh masyarakat saat ini, Konsumsi teknologi dikandung maksud kebutuhan akan peran teknologi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana gambaran tingginya konsumsi masyarakat terhadap teknologi? Ia bisa diukur dari aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari  penggunaan alat berbasis teknologi, lebih spesifik teknologi digital. Alat tersebut bisa berupa laptop, personal komputer, notebook, dan yang pasti Smartphone.

Seperti kita ketahui, di dalam alat-alat tersebut sudah tersimpan banyak sekali program dan aplikasi yang bisa dijalankan secara otomatis. hanya dengan beberapa sentuhan oleh kita sebagai user. Lalu alat tersebut bekerja untuk kita. Dan kita bekerja bersama alat-alat tersebut. Bahkan kita beristirahat bersama alat tersebut.

Praktik budaya digital 

Pertanyaan apa itu budaya digital, sudah dijawab di sini: Apa Itu Budaya Kultur Digital? Lalu, seperti apa gambaran praktik budaya digital yang bisa dilakukan?

Mungkin uraian terschedule di bawah ini bisa menjadi contoh konsumsi teknologi dalam praktik budaya digital dengan ciri kultur digital yang melekat.

  • Sebelum beranjak tidur, Anda cuitkan sekadar twit “Good Night” di linimasa Twitter. Smartphone sudah anda setting untuk membangunkan anda pada jam 5 pagi. Alarm menyala otomatis dengan bunyi lagu kesukaan dari play list.
  • Sebelum beranjak ke kamar mandi, anda memastikan agar sarapan pagi datang tepat waktu. Lalu Anda memesan sarapan pagi lewat layanan pesan-antar online langganan anda. Sambil menikmati sarapan, anda menghubungi toko online langganan sekadar memesan perlengkapan kamar mandi yang anda anggap sudah tidak layak pakai.
  • Sambil menunggu alat transportasi yang biasa antar jemput ke tempat kerja, anda charger Smartphone. Karena anda tidak ingin baterai Smartphone ngedrop ketika di perjalanan. Di atas kendaraan, anda membuka akun media sosial, sekadar scrolling status atau membalas komentar dari follower atau teman.
  • Di tempat kerja, office boy sudah menyiapkan perangkat personal komputer di meja kerja Anda. Lengkap dengan printer yang menyala, camera digital dan anda tidak mau jauh-jauh dari Smartphone pribadi Anda.
  • Karena sebagian jenis pekerjaan dikendalikan dari Smartphone, maka Anda harus pastikan jaringan WIFI di kantor berjalan optimal. Untuk sementara, jaringan data di Smartphone Anda matikan.
  • Dari personal komputer, anda mengerjakan banyak hal. Membuka surat elektronik, mengingat ada notifikasi kiriman proposal tempo hari melalui email. Dari personal komputer pula, anda melakukan olah data. Input data-data berkaitan dengan pekerjaan.
  • At this time, saat tiba makan siang, menu makan siang sudah tersedia di meja anda. Namun anda hari itu sudah berjanji dengan teman untuk makan siang di luar. Anda dingatkan oleh notifikasi dari smartphone yang kemarin Anda buat.
  • Sambil menunggu makan siang tersaji, anda buka dan scroll akun Twitter, lalu mentwit;  Menu makan siang ini spesial, hari ini saya ditraktir. Tidak lupa menyertakan tagar yang sedang trending. #MakanSiangGratis.
  • Finally, gambar menu makan siang kemudian anda upload ke Instagram atau Facebook 

Last but not least, setengah hari perjalanan dan aktivitas Anda, sudah memenuhi jawaban atas pertanyaan apa itu budaya – kultur digital? sekaligus menunjukkan bagaimana ciri budaya digital, ciri kultur digital tampak sangat menonjol dalam gambaran praktik budaya digital.

Baca Juga :   Mengenal Duplicate Post Yoast Plugin di WordPress

Budaya-kultur digital adalah bentuk gaya hidup (life style) saat sekarang ini. Saat-saat di mana Anda menjadi bagian darinya. Dan saat-saat di mana Anda dan kita semua menjalaninya. Persis seperti yang anda jalani, di setengah hari ini pada gambaran di atas.

Konsumsi teknologi yang tinggi

Budaya-kultur digital menghendaki konsumsi teknologi yang tinggi. Itu sebuah kepastian. Orang yang terbiasa menjalani praktik budaya digital akan memahami.

Bahwa konsumsi itu sendiri merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. Untuk apa? Untuk memenuhi kebutuhan di luar teknologi itu sendiri.

Berdasarkan data dari Mobile Internet Statistics and Facts 2020, gambaran konsumsi teknologi yang tinggi bisa dilihat dari statistik internet tahun 2020 berikut ini;

  • Dari sisi user atau pengguna, ada 4,18 miliar pengguna Internet seluler / mobile smartphone.
  • 90% waktu seluler dihabiskan dalam aplikasi seluler, smartphone
  • Ada rata-rata, ada 40,77 exabytes lalu lintas seluler setiap bulan. 1 Exabytes = 1.073.741.824 Gigabytes. Dan 40,77 exabytes sama dengan 43776454164.48 Gigabytes
  • Di A.S., pengguna smartphone menghabiskan rata-rata 3 jam 49 menit untuk perangkat mereka setiap hari. Ini baru satu negara.
  • Lebih dari setengah dari semua kunjungan pencarian Google (61%) terjadi di perangkat seluler, smartphone.
Baca Juga :   Penyebab Artikel Belum Terindeks Google

Itulah gambaran konsumsi teknologi, dan itu baru dari satu perangkat, smartphone. Belum dari perangkat lain seperti personal computer, Laptop/Notebok, Tablet.

Konsumsi teknologi yang tinggi berjalan bersama interaksi kita. Tingkat interaksi kita terhadap teknologi digital juga hampir sama dengan tingkat konsumsi teknologi yang tinggi itu. Bahkan, semakin hari, interaksi itu semakin melekat. Lalu muncul tingkat ketergantungan yang meninggi.

Finally, ya, memang harus intim dalam berinteraksi. Karena di keintiman itulah ciri budaya digital, ciri kultur digital melekat. Bukankah budaya kita itu tidak bisa dipisahkan dari aktivitas dan jati diri kita?

Demikian sekadar artikel esai digital culture tentang Ciri Budaya Digital, Konsumsi Teknologi Yang Tinggi. Semoga menambah wawasan buat kita. Wawasan yang mustahil untuk tidak diketahui karena kita berada dalam lingkaran kultur digital.

About the author

Kang Nawar

Hello ! Saya Kang Nawar aka. Munawar A.M. Penulis Freelance. Terima kasih sudah singgah di Blog Artikel Opini, Review & Esai Digital ini. Berkenan kiranya untuk membagikan artikel dan mengikuti saya di media sosial. Silakan tinggalkan pendapat dan jejak anda pada kolom komentar. Saya menunggu dengan senang hati. Saya berharap Anda akan datang kembali ke blog ini. Terima Kasih.

Leave a Comment